Kembali
Informasi Pendaftaran Mahasiswa Baru

Muqaddimah

Negeri bernama Indonesia yang kita cintai, saat ini berada di tepi jurang kehancuran. Musibah dan bencana datang silih berganti. Jika mengacu kepada penjelasan Allah Subhaanahu Wata’ala dalam surat Al-Isra ayat 58, sangat boleh jadi hal itu disebabkan karena kemunkaran dan kemaksiatan yang terjadi di negeri ini bukan hanya sebatas tumbuh dan berkembang, tetapi juga ditumbuhkan dan dikembangkan.

Sepanjang sejarah gerakan penyelamatan yang pernah berhasil menyelamatkan manusia dari kehancuran adalah gerakan da’wah. Karena itu, Dewan Da’wah mencanangkan gerakan “Selamatkan Indonesia dengan Da’wah”. Dengan kesadaran bahwa unsur utama gerakan da’wah itu adalah da’i, maka Dewan Da’wah mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah Mohammad Natsir sebagai wahana untuk menyiapkan kader da’i.

Kader-kader calon penerus Risalah ini menyebar untuk berda’wah ke berbagai wilayah Indonesia. Sampai dengan saat ini alumni STID Mohammad Natsir yang berasal dari provinsi-provinsi seluruh Indonesia telah turut berkiprah membangun ummat dan bangsa dengan berbagai aktifitas da’wahnya.

 

Kelas Regular

Pada 2 (dua) tahun pertama (semester I-IV) mahasiswa diwajibkan tinggal di Pesantren Mahasiswa untuk mendalami beberapa materi utama dengan sistem Talaqqi dan Mulazamah. Materi tersebut adalah: Bahasa Arab, Tahfizh al-Qur’an, Hadits, dan Qaul Ulama’, Pembinaan Karakter Da’i Ilallah, Penguasaan Kitab-Kitab Turats, Skill dan Ilmu Da’wah
Materi-materi tersebut harus dikuasai sebagai syarat untuk dapat melanjutkan perkuliahan pada tahun berikutnya.
Sementara pada 2 (dua) Tahun Kedua ( Semester V-VIII ), mahasiswa diwajibkan tinggal di masjid dalam program KPM (Komunitas Pecinta Masjid). Dalam program ini, mahasiswa diwajibkan ikut serta dalam pengelolaan masjid dan bersosialisasi dengan masyarakat.
Pada level ini, mahasiswa juga melaksanakan Kafilah Da’wah di daerah pedalaman selama 2 bulan. Model perkuliahan ini bertujuan agar mahasiswa dapat berlatih sekaligus praktek membina umat sebagai bekal untuk melaksanakan pengabdian da’wah setelah lulus kuliah selama dua tahun.

 

Kelas Pindahan

Mahasiswa diwajibkan tinggal di asrama selama satu tahun penuh dengan mengikuti pembelajaran sebagaimana kurikulum yang berlaku bagi mahasiswa reguler.

 

Syarat Pendaftaran

1. Laki-Laki / Perempuan
2. Mampu membaca dan menulis bahasa Arab
3. Mampu membaca Al-Qur’an sesuai tajwid
4. Mengisi dan membayar formulir pendaftaran Rp.150.000,-
5. Fotocopy Ijazah Aliyah/Sederajat yang dilegalisir 3 lembar
6. Transkip nilai yang dilegalisir 3 lembar
7. Pas foto 2x3 dan 3x4 masing-masing 5 lembar
8. Surat rekomendasi dari lembaga da’wah atau lembaga pendidikan
9. Surat keterangan tidak mampu dari desa
10. Fotocopy KTP (orang tua, calon mahasiswa, dan Kartu Keluarga)
11. Surat keterangan sehat
12. Ijazah Ma’had Aly (Bagi pindahan)
13. Menyerahkan Ijazah Asli SLTA/Sederajat pada saat daftar ulang
14. Memiliki transkip nilai 2 semester atau 4 semester dalam materi ulumuddin (khusus kelas pindahan)
15. Usia maksimal 23 th (kelas regular) 25 th (kelas pindahan)

 

Materi Tes

1. Baca Al-Qur’an
2. Bahasa Arab
3. Pengetahuan Islam
4. Wawancara

 

Para Pengajar

Alumni STID Mohammad Natsir
Alumni Jami’ah Umul Quro’, Saudi
Alumni Al Azhar, Mesir
Alumni Univ. Internasional Islam Libya
Alumni LIPIA, Jakarta
Alumni Universitas Sains, Malaysia
Alumni Univ. Indonesia, Jakarta
Alumni Univ. Ibnu Khaldun, Bogor
Alumni Univ. Islam Negeri, Bandung
Alumni Univ. Islam Asy-Syafi’iyyah, Jakarta
Alumni UNAS, Jakarta
Alumni IPB, Bogor
Alumni UNPAD, Bandung
Alumni Fairleigh Dickinson Univ. Amerika Serikat
Native speaker dari Mesir dan lainnya.

 

Unit Kegiatan Mahasiswa

Kafilah Da’wah, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Komunitas Pecinta Masjid (KPM), Komunitas Pecinta Majelis Ta’lim (KPMT), Komunita Perpustakaan (KOMPUS), Praktikum Da’wah, English Camp, Komunitas LPM, PESMA CUP, Bela Diri, Da’i Language Club (DLC), Komunitas Jurnalistik, Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala), Komunitas Videografer Muslim (Kavmim)

 

Pendaftaran

AGENDA

WAKTU

TEMPAT

Masa Pendaftaran

Ikhwan : Januari – Juli 2018

Akhwat : Januari - 20 April 2018 

Kampus, Via Online dan Kantor Perwakilan Dewan Da’wah Seluruh Indonesia

Tes Ikhwan

1. Gelombang 1: 7 - 11 Mei 2018

2. Gelombang 2: Juni 2018

3. Gelombang 3: 30 Juli - 2 Agustus 2018

Kampus Putra STID Mohammad Natsir, Kantor Perwakilan Dewan Da’wah

Tes Akhwat

30 April- 6 Mei 2018

Kampus Putri STID Mohammad Natsir

Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru

27-31 Agustus 2018

Kampus STID Mohammad Natsir

 

Biaya-Biaya

NO

URAIAN

KETERANGAN

1

Uang Pendaftaran

Rp 150.000

2

Uang Pangkal

Rp 700.000

3

Konsumsi

Beasiswa

4

Pendidikan

Beasiswa

5

Asrama

Beasiswa Semester I-IV (Ikhwan)

Beasiswa Semester I-VIII (Akhwat)

Informasi Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)

 

Visi

"Menjadi Prodi KPI yang terdepan dalam pengembangan prinsip-prinsip dan skill komunikasi dan penyiaran berbasis Islam."

 

Berdasarkan visi tersebut, Prodi KPI STID Mohammad Natsir dalam perencanaan strategisnya menetapkan target, yaitu pada tahun 2020 menjadi lembaga yang unggul dalam menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat, dalam bidang komunikasi dan penyiaran Islam.

 

Misi

Misi Prodi KPI STID Mohammad Natsir adalah merupakan penjabaran dari Visi Program Studi dalam bentuk rumusan tugas, kewajiban, rancangan tindakan yang jelas dan spesifik. Oleh karena itu misi program studi ini adalah:

  1. Menyelenggarakan pendidikan strata satu (S1) dalam bidang komunikasi dan penyiaran Islam dengan suasana akademik yang sehat dan tata kelola yang professional dalam bingkai prinsip-prinsip amal jama`i.
  2. Memberikan dasar-dasar ilmu dan metodologi komunikasi dan penyiaran dalam Islam maupun perkembangan ilmu komunikasi Barat dimasa kini, sebagai dasar pengembangan ilmu dan skill komunikasi dan penyiaran Islam.
  3. Mengembangkan budaya penelitian di kalangan dosen dan mahasiswa dalam bidang komunikas dan penyiaran Islam.
  4. Menyiapkan sarana, dan prasarana yang memadai bagi berkembangnya ilmu dan skill pada diri dosen dan mahasiswa di bidang komunikasi dan penyiaran Islam
  5. Mempublikasikan hasil-hasil penelitian di bidang komunikasi dan penyiaran Islam melalui penerbitan jurnal ilmiah dan mempublikasikan kegiatan pelayanan pada masyarakat melalui media informasi da`wah STID Mohammad Natsir

 

Tujuan

Dengan mengacu pada visi dan misi di atas, maka Prodi KPI STID Mohammad Natsir merumuskan tujuan program studinya sebagai berikut:

  1. Terbinanya mahasiswa yang menguasai kerangka konseptual dan teori-teori komunikasi dan penyiaran yang berbasis Islam, serta memiliki karakter sebagai da`i ilallah.
  2. Terbentuknya mahasiswa yang memiliki skill yang handal dan efektif dalam bidang komunikasi dan penyiaran Islam, serta memiliki semangat yang tinggi dalam mengemban misi da`wah ilallah.\

 

 

Informasi Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI)

 

VISI

"Menjadi Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam unggulan untukmelahirkan da’i Ilallah menuju terwujudnya tatanan kehidupan yang Islami."

 

MISI

  1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran ilmu Pengembangan Masyarakat Islam yang berlandaskan pada al-Qur’an dan Sunnah menurut pemahaman ahl as-sunnah wa al-jama’ah.
  2. Melaksanakan penelitian tentang ilmu Pengembangan Masyarakat Islam untuk pengembangan da’wah yang berorientasi  pada pemecahan problematika ummat dan bangsa.
  3. Melaksanakan pelayanan kepada ummat dan bangsa dalam bidang Pengembangan Masyarakat.
  4. Melaksanakan tata kelola Prodi PMI yang mengembangkan tradisi dan budaya kampus yang Islami.

 

TUAJUAN

  1. Melahirkan da’i ilallah dalam bidang ilmu Pengembangan Masyarakat Islam.
  2. Melahirkan da’i yang memahami Islam berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah menurut pemahaman ahl as-sunnah wa al-jama’ah .
  3. Melahirkan da’i yang menguasai ilmu Pengembangan Masyarakat Islam.
  4. Melahirkan da’i yang mampu melakukan penilitian dalam bidang Pengembangan Masyarakat Islam.
  5. Melahirkan da’i yang mampu memberikan solusi bagi problematika umat dan bangsa dalam bidang Pengembangan Masyarakat Islam.
  6. Melahirkan da’i yang memiliki skill dalam Pengembangan Masyarakat Islam untuk melayani kepentingan ummat dan bangsa.
  7. Melahirkan da’i yang mampu mengembangkan tradisi dan budaya Islami di masyarakat.

 

KOMPETENSI  LULUSAN

  1. Memiliki integritas sebagai da’iIlallah.
  2. Memiliki pemahaman Islam berdasarkan al-Qur’an dan As-Sunnah menurut pemahaman ahlu as-sunnah wa al-jama’ah.
  3. Memiliki hafalan minimal 4 juz al-Qur’an.
  4. Memiliki kemampuan membaca dan memahami teks berbahasa Arab dan Inggris.
  5. Menguasai ilmu pengembangan masyarakat Islam.
  6. Memiliki kemampuan mengembangkan tradisi dan budaya Islami di masyarakat.
  7. Memiliki kemampuan  untuk melakukan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat.
  8. Memiliki kemampuan untuk mengelola program dan kegiatan da’wah di masyarakat .

     

KOMPETENSI  KELOMPOK MATA KULIAH

 

1. Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK)

Kompetensi mata kuliah MPK diarahkan agar Mahasiswa memiliki karakter sebagai da’i Ilallah yang memiliki wawasan keIslaman dan kebangsaan yang luas serta memiliki rasa tanggungjawab terhadap ummat dan bangsa.

2.Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK)

Kompetensi Mata Kuliah MKK membentuk Mahasiswa agar memiliki penguasaan ilmu-ilmu keislaman dan keterampilan sebagai landasan untuk memperkuat penguasaan dan memperluas wawasan kompetensi pemberdayaan masyarakat Islam sehingga mampu memanfaatkannya dalam mengembangkan da’wah melalui pemberdayaan masyarakat

3. Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB)

Mata Kuliah MKB mengarahkan kompetensi mahasiswa agar menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan  ilmu dan keterampilan yang dikuasai dalam bidang pengembangan masyarakat Islam.

4.Mata Kuliah Prilaku Berkarya (MPB)

Mata Kuliah MPB mengarahkan kompetensi mahasiswa dalam memperkuat penguasaan dan memperluas wawasan perilaku berkarya sebagai tenaga ahli dalam da’wah berdasarkan ilmu pengembangan masyarakat Islam yang dikuasai secara teori dan praktik.

5.Mata Kuliah Berkehidupan Berkarya (MBB)

Mata Kuliah MBB mengarahkan kompetensi Mahasiswa untuk memiliki kemampuan sebagai tenaga ahli di bidang da’wah berdasarkan ilmu pengembangan masyarakat Islam dalam rangka memahami dan menerapkan kaidah berkehidupan di masyarakat .